Sebuah karya bisa lahir dari siapa saja dan di mana saja,
begitu juga dengan karya sastra, mereka bisa lahir dari orang-orang
yang berlatar belakang pendidikan ekonomi, seperti di sebuah Kampus Ekonomi Syariah di bilangan Depok, mahasiswa di kampus ini tidak
hanya berprestasi di bidang karya tulis ilmiah tetapi mereka juga berprestasi
di bidang sastra.
Tidak sedikit mahasiswa di kampus yang mendapat julukan kampusnya para juara ini memiliki kompetensi di bidang sastra, beberapa mahasiswa bergabung dalam sebuah forum kepenulisan seperti Forum Lingkar Pena atau FLP, Sahabat helvy dan Rumput Nektar. Mereka mengasah kemampuan merangkai kata dengan berbagi bersama para penulis dan sastrawan.
Keseriusan dan ketekunan mereka dalam mempelajari sastra ternyata melahirkan beberapa karya, diantara mereka ada yang sudah menerbitkan lima buku, bahkan ada yang membentuk sebuah forum kepenulisan di kampus yang terkenal dengan kampus beasiswa ini atas dasar kecintaan mereka terhadap dunia sastra.
Atas dasar kecintaan pada sastra dan ekonomi syariah, banyak dari mereka yang berkontribusi dengan tulisan sastra bertema ekonomi islam seperti cerpen dan puisi, dengan cerpen dan puisi karya mereka tak ada lagi kata monoton dalam mengenal dan mempelajari ekonomi islam, mereka berharap ekonomi islam bisa lebih berkembang dengan adanya konten-konten baru dalam mengenalkan ekonomi yang berbasis pada Al-Quran dan Hadits ini.[]